Solusi Mengatasi Hutang Kartu Kredit

Hal mendasar terkait masalah hutang adalah kurangnya pengetahuan mengenai pengelolaan uang (money management). Salah satu masalah keuangan bagi para karyawan adalah hutang kartu kredit. Banyak para pekerja dan pengusaha yang terjebak dan terbuai dengan kemudahan yang ditawarkan oleh kartu kredit.
 

image source: www.telegraph.co.uk

image source: www.telegraph.co.uk

Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi masalah hutang kartu kredit Anda:


1. Kumpulkan semua tagihan kartu kredit

Dasar dari eliminasi hutang kartu kredit adalah dengan mengumpulkan semua lembar tagihan kartu kredit yang Anda miliki. Catat kembali di mana saja hutang Anda dan berapa nominal dari masing-masing tagihan kartu kredit, dari sanalah Anda dapat mengetahui rekam jejak pemakaian kartu kredit dan berapa hutang yang harus Anda lunasi.
 

2. Eliminasi hutang kartu kredit

Konsep utama eliminasi hutang adalah menetralkan kekuatan bunga berbunga (compound interest) yang bekerja melawan Anda semua.

Bagaimana cara menetralisirnya?

Lunasi dahulu hutang yang bunganya paling besar, karena bunga tersebut bisa menelan Anda hidup-hidup. Anda bisa mengeliminasi hutang jauh lebih cepat dengan satu langkah kecil, yakni membayar ekstra tiap bulannya.

Sebagai contoh: Anda memiliki 3 tagihan kartu kredit yang belum lunas dengan penghasilan Rp 5.000.000,- Setiap bulannya, Anda mungkin menjatahkan pembayaran maksimal sebesar Rp 3.000.000,- untuk total ketiga tagihan kartu kredit tersebut dan ekstra pembayarannya.

Kartu pertama mensyaratkan pembayaran minimal Rp 800.000,- dengan suku bunga 3,25%. Kartu kedua mensyaratkan pembayaran minimal Rp 700.000,- dengan suku bunga 3%. Serta, kartu ketiga mensyaratkan pembayaran minimal Rp 500.000,- dengan suku bunga 2,75%.

Yang harus Anda lakukan adalah membayar ketiga kartu tersebut secara minimal (walau ini pilihan yang tidak disarankan) sehingga total minimal yang harus Anda bayar adalah Rp 2.000.000,- Sisa uang yang masih Anda miliki sebesar Rp 3.000.000,- harus Anda gunakan untuk menambah pembayaran kartu kredit yang suku bunganya paling besar, dalam hal ini berarti kartu pertama. Sehingga, total yang Anda bayar untuk kartu pertama adalah Rp 800.000,- + Rp 1.000.000,- yaitu Rp 1.800.000,-. Begitu seterusnya, hingga hutang Anda secara jangka panjang bisa terlunasi.

Setiap mendapatkan bonus, selalu sisihkan untuk melunasi hutang kartu kredit terlebih dahulu baru menabung dan investasi, setelah itu sisanya bisa untuk konsumsi.
 

3. Tutup kartu kredit yang sudah lunas

Setelah hutang kartu kredit dengan bunga paling tinggi dapat teratasi, Anda perlu menggunting kartu kredit yang Anda miliki. Artinya, Anda tidak akan berurusan kembali dengan bank penerbitnya.  Sambil mengubah kebiasaan Anda untuk menggunakan kartu debit atau uang tunai, catat dan evaluasikan setiap pembelanjaan & pengeluaran setiap bulannya. Jangan lupa untuk menghubungi bank penerbit untuk menutup kartu kredit agar tidak ada tagihan yang muncul di kemudian hari.
 

4. Ulangi langkah 2 dan 3 hingga Anda tidak memiliki hutang lagi   

Ulangi langkah kedua dan ketiga di atas terus menerus setiap bulannya, sampai kartu kredit yang memiliki suku bunga terbesar tersebut lunas seluruhnya. Setelah lunas, fokuskan lagi pembayaran pada kartu kredit yang memiliki suku bunga terbesar berikutnya. Begitu seterusnya, sampai seluruh hutang kartu kredit terlunasi.
 

5. Mencari alternatif tambahan pemasukan

Jadikan reputasi yang sudah Anda bangun, baik bekerja sebagai karyawan atau patungan usaha dengan rekan kerja (business partner), sebagai modal sosial untuk menatap masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan kebiasaan berhutang dan selalu tingkatkan diri dan kepribadian Anda hingga nantinya, bukan Anda yang harus menyetorkan uang kepada orang lain atau lembaga tempat berhutang, tetapi uanglah yang akan mendatangi Anda.


6. Bergabung pada komunitas DEBT FREE CENTER

Permasalahan hutang adalah permasalahan yang menghampiri semua orang. Artinya, Anda tidak sendiri dalam hal ini. Tekankan dalam diri Anda untuk ZERO DEBT sebagai alasan kuat untuk tidak lagi berhutang. Jadikan zero debt ini sebagai gaya hidup, baik dalam keluarga maupun dalam berbisnis.

Anda juga bisa bergabung dalam komunitas orang-orang yang mengalami hutang seperti Anda. Salah satu komunitas tersebut adalah DEBT FREE CENTER di bawah organisasi IIBF (Indonesian Islamic Business Forum) www.iibf-indonesia.com. Mereka yang tergabung dalam komunitas tersebut bisa terbebas dari jeratan kartu kredit dan hutang bisnis yang menumpuk.


7. Carilah lembaga/perusahaan yang bisa membantu negosiasi penyelesaian hutang ke Bank

Saat ini cukup banyak perusahaan/lembaga yang dapat membantu untuk bernegosiasi dengan Bank dalam menyelesaikan hutang kartu kredit. Melalui bantuan perusahaan semacam ini, Anda dapat menyelesaikan tagihan kartu kredit dengan lebih terjangkau. Namun, Anda juga harus berhati-hati dalam memilih lembaga/perusahaan semacam ini. Salah satu lembaga/perusahaan yang terpercaya dan bisa membantu Anda dalam menyelesaikan hutang kartu kredit adalah "amalan" (www.amalan.id).